Jumat, 18 November 2011

Sabun Cuci Piring


I.            PENDAHULUAN

Begitu banyak jenis sabun yang beredar di pasaran, mulai dari sabun yang bersifat umum sampai sabun yang bersifat khusus. Karena sabun merupakan surfaktan dengan digunakan air untuk membersihkan. Sabun yang bersifat umum yang dimaksud adalah sabun mandi padat yang sering di pakai masyarakat untuk membersihkan anggota badan secara keseluruhan. Dan yang bersifat khusus adalah sabun cair yang juga telah meluas. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi mudah dibawa oleh air bersih. Di negara berkembang, deterjen sintetik telah menggantikan sabun sebagai alat bantu mencuci.

Garam Natrium atau kalium dari asam lemak yang dapat diturunkan dari minyak atau lemak dengan direaksikan secara Alkali pada suhu 80–100 °C mrlalui suatu proses yang dikenal dengan Saponifikasi. Lemak akan terhidrolisis oleh basa, sabun secara umumnya.
Kami membuat produk ini karena kebutuhan masyarakat pada saat ini akan sabun sebagai pembarsih dari kotoran pada suatu benda cukuplah tinggi.Produk yang kami buat merupakan sabun yang berbentuk cair yang khusus untuk membersihkan peralatan rumah tangga atau peralatan masak dan peralatan makan. Bahan – bahan yang kami pakai yaitu bahan – bahan yang ramah lingkungan.Dan Sabun yang kami hasilkan pun mempunyai kualitas yang baik yaitu dengan busa yang dihasilkan pun berlimpah sehingga dapat membersihkan dengan sempurna dan beraroma wangi jeruk nipis yang menyegarkan.
Selain itu pembuatan produk ini juga dapat dipergunakan sebagai lapangan usaha kecil (home industy) dengan modal yang kecil tetapi menghasilkan laba yang besar sebab bahan-bahan yang dipergunakan mudah di dapat di toko bahan kimia dan harganya terjangkau serta ramah lingkungan. Selain itu cara membuat sabun ini pun tidak terlalu rumit sehingga dapat dibuat oleh siapapun.




II.            DASAR TEORI
Keberadaan sabun colek sedikit tergeser dengan adanya keberadaan sabun cair cuci piring. Sabun colek sudah sangat melekat dihati masyarakat sebab keberadaan sabun colek digunakan oleh konsumen jauh sebelum munculnya sabun cair cuci piring.Dan pada saat munculnya sabun cair masyarakat pun sebagian besar banyak yang beralih ke sabun cuci piring. Karena  dari segi kepraktisan dan kecepatan, sabun cair lebih cepat larut dalam air.
Banyak sekali produk sabun cuci piring cair dipasaran contohnya seperti Sun Light dan Mama Lemon. Dua Merk tersebut adalah yang sangat disenangi oleh masyarakat dan laku keras penjualannya. Tingginya penjualan tersebut dikarenakan selain harganya yang terjangkau, juga dikarenakan hasilnya dalam membersihkan kotoran terutama lemak – lemak yang penempel pada peralatan makan. Selain itu bahan pendukung seperti busa yang melimpah dan bau parfum jeruk serta adapula yang menambahkan concentreted lime juice sebagai pembersih lemak yang dapat membersihkan 1,5 kali lebih cepat. Itulah nilai tambah yang khas ditiap merek tersebut.
Banyak masyarakat umum yang beralih ke sabun cuci piring cair di sebabkan banyaknya kelebihan dari sabun cuci piring cair. Diantaranya Kelebihan sabun mandi cair bila dibanding dengan sabun mandi padat, diantaranya sebagai berikut:
1.         Praktis, karena sabun cuci piring cair tersedia dalam bentuk kemasan botol, sehingga dapat mudah di bawa atau pun di simpan.
2.         Mudah larut di air ( bathtub ), lalu di campur dengan air sebentar langsung berbusa.
3.         Mudah berbusa dengan menggunakan spon kain, dengan begitu dapat menghemat pada saat pemakaiannya
4.         Biasanya lebih ampuh dalam me.mbersihkan lemak pada peralatan memasak.
Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan untuk mengenalkan sekaligus mengajarkan kepada mahasiswa tentang bagaimana cara serta bahan – bahan apa saja yang akan dipergunakan dalam produksi membuat Sabun Cuci Piring Cair.


III.            METODELOGI
1.      ALAT DAN BAHAN
*         ALAT
Alat yang digunakan diantaranya:
1.      Baskom                                              :    1 buah
2.      Beaker glass  500 ml                          :    1 buah
3.      Beaker glass 250 ml                           :    1 buah
4.      Cawan kaca                                       :    1 buah
5.      Pipet tetes                                          :    2 buah
6.      Gelas arloji                                         :    2 buah
7.      Weight bottle                                     :    1 buah
8.      Sendok                                              :    2 buah
9.      Palet                                                   :    2 buah
10.     Entong                                               :    1 buah
11.     Kain lap                                             :    1 buah
12.     Stirer magnetic                                  :    1 buah
13.     Stirer Plate                                         :    1 buah


*      BAHAN
Formulasi  Bahan:
1)      Cottoclarin BM (Sodium Lauryl Ether Sulfate)                  : 140,02 gram
2)      Sodium Sulfat (Na2SO4)                                                      : 4,03 gram
3)      Natrium Clorida (NaCl)                                                       : 35,02gram
4)      Enzim AR                                                                            : 1,02 gram
5)      Dewisil Liquid                                                                     : 1,13 gram
6)      Foombuater  (Coconut Diethanol Amide)                          : 7,02 gram
7)      LAS (Linear Alkyl Benzene Sulfonate Sodium)                 :50,04gram
8)      Parfum                                                                                 : 2 mL
9)      Pewarna                                                                               : 2 mL
10)  Aquades                                                                               : 1,05 Liter



Penjelasan dan Fungsi  bahan

1)      Cottoclarin BM                 :  Sodium Lauryl Ether Sulfate berbentuk    kental transparan dan berfungsi sebagai bahan utama sabun, karena menghasilkan busa yang banyak serta daya bersihnya baik.
2)      Sodium Sulfat (Na2SO4)    :  berbentuk serbuk putih dan tidak    berbau. Berfungsi membantu dalam kelarutan cottoclarin BM sekaligus sebagai pengental dan mempercepat pengangkatan kotoran (pembersih).
3)      Natrium Clorida (NaCl)    : berbentuk serbuk putih dan tidak berbau. Berfungsi membantu dalam kelarutan cottoclarin BM dan pengental.
4)      Enzim AR                          : berbentuk serbuk putih yang berfungsi sebagai pembersih lemak.
5)      Dewisil Liquid                    : berbentuk cairan kental transparan yang   berfungsi sebagai pengawet.
6)      Foombuster                       :  Coconut Diethanol Amide berbentuk cairan kental berwarna kuning transparan yang berfungsi dalam memperbanyak busa yang dihasilkan.
7)      LAS                                   : Linear Alkyl Benzene Sulfonate Sodium berbentuk  gel kekuningan serta larut dalam air yang berfungsi sebagai  mempunyai daya bersih yang tinggi yaitu dalam membersihkan lemak, busa banyak, mudah dibilas, kesat,dapat menghilangkan bau amis & merupakan bahan active sabun yang ramah lingkungan.
8)   Parfum                             : berbentuk cair yang berwarna kuning & beraroma jeruk nipis yang berfungsi sebagai pengharum.
9)      Pewarna                            : berbentuk cair berwarna hijau yang berfungsi sebagai pewarna produk.
10)  Aquades                            : berbentuk cairan jernih yang berfungsi sebagai pelarut.
2.      PROSEDUR PEMBUATAN
Cara Pembuatan :
1        Campurkan Cottoclarin BM dengan LAS lalu aduk hingga merata kemudian tambahkan juga NaCl (17,51 gram)  pada campuran tersebut, aduk hingga rata.(Campuran I)
2        Campurkan sodium sufat dan NaCl (17,51 gram) bersama dengan dewisil liquid kedalam 500 ml aquades, aduk hingga larut.Sebelumnya larutkan NaCl dengan 100 ml aquades.(Campuran II)
3        Lalu perlahan – lahan tuangkan campuran II ke campuran I aduk hingga rata dan homogen
4        Tuangkan foam buster dan enzim AR kedalam campuran aduk hingga rata
5        Masukkan pewarna dan parfum serta sisa air ke dalam campuran,
6         Kemudian tes pH-nya hingga menghasil PH 7. jika terlalu basa dapat ditambahkan asam sitrat, kemudian jika terlalu encer dapat ditambahkan NaCl.
7        Mengukur Volume produk yang dihasilkan.
8        Kemas produk dalam botol berukuran tertentu sesuai dengan keinginan.
9        Diamkan produk selama 12 jam maka hasil produk yang semula nya tidak jernih menjadi jernih.












IV.            HASIL DAN DISKUSI
1.      HASIL PRODUK





v  Volume produk yang dihasilkan sebanyak 1025 ml
v  Secara fisik produk yang dihasilkan berwarna hijau dan jernih serta baunya khas jeruk nipis
v  Kualitas
Konsumen 1       :    Sabun cuci piring cair ini sudah cukup bagus untuk menghilangkan kotoran atau lemak pada piring akan tetapi dapat membuat tangan agak kasar,

Konsumen 2       :    Sabun cuci piring ini sudah cukup harum saat    digunakan dan juga busa juga cukup banyak.

Konsumen 3       :    Sabun cuci piring  ini sudah cukup berbusa dan busa    yang dihasilkan cukup banyak  serta dapat menghilangkan lemak yang membandel.
2.      DISKUSI
Sabun cuci piring yang kami hasilkan sudah mempunyai kualitas yang baik.Sudah menghasilkan busa yang banyak juga baunya sangat menyegarkan yaitu dengan aroma jeruk nipis.dan secara fisik pun terlihat bening setelah di diamkan selama 12 jam.Memang pada awalnya saat di tuang ke botol kemasan sabun cuci piring cair ini kelihatan tidak bening dan diatanya ada sidikit busa akan tetapi setelah di diamkan hasilnya pun bisa bening. Dan sabun yang kami sahilkan pun dapat menhilangkan bau amis dan juga lemak yang ada di peralatan memasak.
V.            KESIMPULAN
Dan dapat di simpulkan bahwa:
1.      Sabun cuci piring ini baik digunakan pada perlalatan makan serta dapat menghasilkan busa yang lebih dan berbau harum menyegarkan, sehingga sabun ini dapat bekerja secara maksimal dalam membersihkan kotoran sebagai fungsi utamanya.
2.       Sabun ini layak untuk di pakai atau di produksi untuk di jual.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar